Feeds:
Posts
Comments

Extratime

Saya bukanlah pemain sepakbola walau sepatu bola pernah punya. Dan saya juga bukan pemain futsal walau beberapa kali ikut menjadi pemain pelengkap pengganti (Ha haha…). Walau begitu saya sempat dibuat tegang karena extratime persis seperti para pemain kesebelasan RT 11 kampung saya dulu saat kemenangan tipisnya terlepas dan harus ditentukan dengan waktu tambahan.

Satu-satunya andalan saya selama ini saat diperjalanan adalah buku bacaan. Yang mana satu-satunya yang ada dibackpack saat ini sudah tamat beberapa jam yang lalu. Toko buku impor “Periplus” sudah 2 kali merasakan injakan sandal butut saya yang tidak pernah sekalipun membeli salah satu dari ratusan buku yang dijajakan.

Mendapatkan extratime pada sebuah perjalanan memanglah tidak mudah untuk menerimanya dengan perasaan nyaman. Paling tidak harus memeras akal sehat untuk mencari jalan mengisinya dengan sehat pula (apalagi persiapan sebelumnya sudah dilalap habis seperti sekarang ini).

Belum lagi harus mengatur ulang rencana yang sudah ditata sebelum berangkat dari rumah tadi. Telpon sana-sini untuk mencari informasi angkutan misalnya.
Well, beruntung saya masih bisa mendapatkan wifi yang open dengan koneksi ke internet diruang tunggu ini. Terima kasih kepada pihak-pihak yang telah menyediakannya :) karena telah mengijinkan saya mengisi 2 kali delay berturut sore hingga malam ini.

Psssttt… jangan keras-keras!!! Saya tidak tahu apakah wifi ini memang disediakan gratis atau ada dari ketidaksengajaan seseorang. Tapi yang jelas saat ini saya bisa mendapatkan koneksi internet gratis lewat AP berlabel ADAM di ruang tunggu lt2 Departure Domestik Bandara Juanda Surabaya.

Semoga saat Anda berkunjung kesini suatu saat nanti juga seberuntung saya ;)

Nge-blog bareng yuk!

Saat ini saya sedang mencoba memulai ngeblog bareng bersama beberapa teman yaitu ngeblog di satu webblog bersama-sama. Jujur sampai dengan saat tulisan ini dibuat, saya belum melihat adanya kerugian dari rencana tersebut, karena bekerja bersama merupakan fitrah dari manusia.

Sebenarnya sudah cukup banyak yang melakukan hal ini dan kebetulan yang saya temui bisa dibilang cukup sukses. Lihat saja “Kolom Kita” dari Kompas Community dan AsianBlogging (silakan cari di om Google atau bang Yahoo!). Keduanya sukses dengan kelebihan masing-masing.

Lalu mengapa saya mulai mencobanya ? Pertama karena saya ingin belajar menulis dengan baik. Kedua karena ingin belajar bersama. Ketiga ingin mendapatkan banyak masukan terhadap tulisan yang merupakan buah dari adonan rasa, karsa, dan karya seseorang.

Dan rasanya dengan menjadi bagian dari kontributor sebuah weblog bersama, saya akan merasa lebih mudah untuk mewujudkan ketiga hal diatas yang berujung pada kemudahan berkembang. Sama seperti komunitas fotografi yang sedang saya ikuti walaupun dalam lingkup tempat kerja.

Kebersamaan tentu akan dapat membangun weblog yang dinamis berkat artikel-artikel yang dikirim kontributornya. Ini berarti akan ada banyak ide dan wawasan yang mengalir setiap hari dengan sudut pandang yang berbeda-beda.

Yup! Dinamika konten weblog merupakan salah satu kunci sukses dari eksistensinya.

Dan Alhamdulillah, seorang rekan dengan keinginan yang sama sudah membeli domain www.catatankaki.com sebagai nama dari weblog ini. Semoga tidak lama lagi domain itu sudah bisa digunakan. Terima kasih Mas dan selamat datang calon kontributor :)

Kejutan-kejutan hidup

Siang tadi peristiwa yang pernah saya alami beberapa minggu lalu terulang. Kejadian yang nyaris sama cuma berbeda waktu, orang dan tempat. Awalnya saya mengabaikannya, tapi setelah mengingat kejadian lalu, saya merasakan adanya suatu hubungan kebetulan yang tidak biasa. Seperti ada sebuah pesan yang akan saya dapatkan, tapi entah apa.

Karena yakin semua orang dapat mengalaminya, sengaja saya membuang jauh-jauh wacana-wacana metafisika dalam hal ini. Karena bidang tersebut tidak saya pahami dan tidak mau saya pahami. Kalau toh suatu saat Allah mengijinkannya, biarlah itu semua karena datang dari Nya, bukan melalui suatu ritual / amalan pencarian diri.

Kejadian yang lalu memang membuat saya heran bukan kepalang karena terakhir saya alami beberapa tahun yang silam sehingga sudah tidak pernah memikirkannya.

Siang itu saya sedang melangkah menuju masjid kantor dengan langkah sedikit terburu-buru dengan konsentrasi saya agar tidak ketinggalan banyak raka’at. Tiba-tiba saja terlintas bayangan saya sedang bercakap-cakap dengan seorang teman pria yang telah pindah kantor setahun lalu dan selama itu pula tidak ada kontak lagi denganya. Percakapan tersebut terjadi tepat dimana saya melangkah.

Tetapi saya buru-buru tidak mau larut dalam dengan kilasan ingatan tadi dan beranjak masuk untuk mencari shaf yang masih kosong. Padahal kejadian yang akan saya alami beberapa menit berikutnya (saat akan meninggalkan masjid) sangat bertolak belakang dan membuat saya larut sangat dalam.

Setelah mengenakan sandal jepit biru yang ke 5 setelah 4 lainnya lenyap di masjid ini juga, saya mendapat tepukan ringan dipunggung.

“Sudah punya lensa apa saja sekarang?,” Tanya orang yang menepuk saya.

AllahuAkbar! seru saya dalam hati setelah melihat siapa dia.

Setelah melalui sedikit obrolan kamipun berpisah karena berbeda arah, dia menuju lantai bawah sedangkan saya harus meniti anak tangga 2 lantai keatas.

Well, seperti yang diungkapkan sebelumnya, dari sinilah saya mulai tenggelam dalam-dalam. Apa yang tersirat dibalik kebetulan tadi ? Bagaimana bisa kejadian melintas diingatan saya secepat kilat beberapa menit sebelumnya,  sudah menjadi kenyataan? Kenapa setelah lama tidak pernah saya dapati sekarang terjadi kembali ?

Bermacam teori tak berdasar (baca: barangkali) segera saya ambil untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut diatas. Barangkali kesamaan tempat dapat memicu otak kita menggali memori lampau. Barangkali kesamaan orang yang ditemui. Dan barangkali-barangkali yang lain. Tetapi saya lebih cenderung ke dua jawaban diatas. And enough! saya cukup puas dan tidak memikirkannya lagi.

Tapi tiba-tiba saja saya merasakan kedua jawaban itu terpatahkan dengan kejadian identik siang tadi. Kali ini lokasinya agak sedikit bergeser namun tidak jauh dari tempat cerita sebelumnya terjadi.

Saat melangkah untuk mencari shaf yang kosong dideretan terakhir, terlintas bayangan sebuah wajah bapak berkumis dengan balutan pakaian hem putih (maklum, setiap hari Senin kami diwajibnya untuk mengenakannya dengan padanan bawahan berwarna gelap). Wajah itu beberapa kali sempat saya temui di gedung kantor ini juga. Tapi sayang saya lupa namanya. Well, karena sudah menjadi masbuk, sayapun tidak memikirkannya.

Setelah mengucapkan salam pada rakaat terakhir, seperti biasa kami saling bersalaman dengan makmum samping kiri dan kanan (beberapa orang yang pernah saya temui menganggap ini adalah berlebihan karena tidak masuk dalam rukun shalat. Saya setuju  tapi  menganggap tindakan ini sangat besar manfaatnya).

Seorang bapak memberikan telapak tangannya sambil tersenyum mengajak bersalaman. Sayapun menyambutnya dan tersenyum. AllahuAkbar! Itulah wajah itu yang tadi melintas dibenak saya. Kebetulankah ini ?

Memang iya, jawab saya. Tapi jika dihubungkan dengan jawaban pertanyaan-pertanyaan atas kejadian minggu lalu, seakan-akan ini memberikan sebuah sanggahan. Dan sanggahan itu saya terima melalui kejadian yang sama. Terlintas cepat namun beberapa menit berikutnya menjadi kenyataan.

Tak pelak, deretan pertanyaan bermunculan kembali. Kenapa ini saya alami? Apa maksud sanggahan ini? Apa yang ingin ditunjukkan kepada saya dari kedua peristiwa tadi? Atau ini hanya sebuah pengaruh dari kisah petualangan Karl May yang sedang saya baca lewat Winetou III? Apakah orang lain mengalami hal yang sama? Bagaimana reaksi mereka? Apa nama fenomena ini? Dan masih banyak lagi.

Well, sekali lagi saya tidak mau masuk ke area metafisika, dan peristiwa ini cukup saya anggap sebagai kejutan-kejutan hidup. Bukan kejutan seperti saat ketika kita dengan tiba-tiba mendapatkan hadiah dari orang lain. Tetapi sebuah kejutan tak ternilai yang akan membawa saya ataupun orang yang pernah mengalaminya ke langkah kehidupan kedepan.

Saya yakin suatu saat ada sebuah penjelasan logis tentang ini semua (walau kadang muncul tidak dalam waktu dekat atau bahkan tidak sama sekali), tinggal diperlukan pencarian makna yang tersirat. Seperti yang dilakukan oleh sekelompok orang yang ingin menemukan jawaban atas mitos-mitos yang beredar di kehidupan dalam sebuah film documenter (mythbuster). Atau seperti Velma cs dalam GhostBuster (bener nggak nulisnya?). Atau sepasang agen FBI yang memecahkan misteri-misteri aneh dalam X-Files. Atau film-film lain bergenre SciFi yang selalu berhasil menemukan penjelasan logis dari peristiwa-peristiwa yang menurut orang adalah aneh.

Nah, kejutan (mirip cerita saya diatas) seperti apakah yang pernah Anda alami?

Older Posts »