Sudah hampir 5 tahun saya tidak menginjakkan kaki lagi ke Kenjeran, sebuah tempat wisata yang sempat menjadi idola masyarakat Surabaya, sama terkenalnya dengan BonBin KBS ataupun THR di jalan Kusuma Bangsa.
Kenjeran terletak di sebelah timur kota Surabaya yang terhubung dengan selat Madura. Inilah yang membuat pantai disana tidak terlalu berombak. Sebenarnya Kenjeran adalah nama kecamatan, tetapi setiap kali orang mendengar nama itu, sudah dapat dipastikan yang tergambar adalah pantai.
Di kawasan itu terdapat 2 lokasi wisata yang sebenarnya lengkap dengan fasilitas bermain, restaurant bahkan penginapan. Entah kenapa orang menyebut kedua lokasi itu dengan nama Kenjeran Lama dan Kenjeran Baru. Mungkin karena lokasi yang pertama telah ada sebelum yang kedua.
Di Kenjeran Baru inilah saya sempat beberapa kali berkunjung. Pertama kali berkunjung kesana, saya bersama teman-teman menyaksikan drag race mobil yang tidak resmi tetapi sudah dikelola dengan baik. Saya katakan demikian karena kelengkapan panitia untuk acara tersebut sudah ada meskipun sederhana. Sepertinya peserta drag race sendiri yang saling bahu membahu untuk menyediakannya. Yang terlihat dengan jelas di tempat mobil yang akan beradu cepat di jalan lurus itu terdapat lampu merah dan hijau seperti layaknya balap mobil profesional.
Menurut informasi yang beredar, acara tersebut diselenggarakan setiap malam minggu jam 00 hingga selesai. Tapi meskipun tengah malam, acara ini selalu penuh dengan penonton. Dan seperti layaknya acara otomotif di televisi, daya tarik yang paling ingin dinikmati adalah Mobil dan Cewek. Memang, meskipun waktu sudah lewat tengah malam, tidak sedikit cewek yang masih berada disana.
Sayangnya, saya tidak pernah menyaksikannya sampai tuntas karena tidak tahak dengan kantuk yang menyerang, apalagi jarak dari lokasi ke tempat kost di Ketintang begitu jauh dan harus kami tempuh dengan sepeda motor, ya .. the my only one black bravo itu.
Sebelum pulang, kami sempatkan untuk melewati sebuah tanah lapang di bibir pantai yang sangat gelap. Agak terkejut juga saat mengetahui begitu banyak mobil yang parkir berjajar menghadap ke arah kegelapan malam pantai. Lokasinya memang jauh dari jalanan utama didalam lokasi Kenjeran Baru.
Sebenarnya saya sendiri tidak pernah menyaksikan langsung, tetapi sudah bukan rahasia umum lagi kalau mobil-mobil tersebut yang dinamakan „mobil goyang“ mungkin karena mereka itu selalu bergoyang-goyang meskipun dalam kondisi tidak berjalan dan mesin dimatikan. Yang jelas goyangan tersebut akibat dari pengaruh ‚kegiatan penumpangnya’ atau ‚penumpang-penumpangnya’ yang sedang menikmati malam panjang.
Puas menikmati gejala alam tersebut saya segera membawa sepeda motor butut kembali ke kampung halaman Ketintang dengan membawa sejuta kenangan yang baru saja terekam di otak yang kedinginan terkena angin malam pantai.