BUKAN sengaja ingin mengajak untuk membicarakan hal nyrempet-nyrempet porno, tapi saya yakin kita semua pernah berpikir keras tentang hal ini. Dan kebetulan juga tulisan ini diilhami dari topik yang saya lontarkan ke beberapa rekan.
Berawal dari tumpukan celana dalam yang sudah tidak terpakai lagi dengan berbagai alasan, saya berhasil dibuat pusing saat ingin menyingkirkannya dari lemari. Ada rasa tidak nyaman saat membayangkan barang pribadi itu berserakan di bak sampah depan rumah karena dilemparkan begitu saja saat membuangnya.
Saat ingin terkesan sedikit sopan dengan membungkusnya didalam tas plastik hitam, baru kemudian dibuang di tempat sampah, bukannya kelegaan yang saya dapatkan, tapi rasa kasihan kepada pemulung yang barangkali akan berharap mendapatkan sesuatu yang berharga didalamnya.
Dilain waktu tersirat angan untuk membuatnya menjadi lap untuk membersihkan debu atau kotoran yang lain, tapi saya sendiri jadi tertawa geli. Seandainya saat berkunjung ke rumah seseorang dan melihat hal yang sama pasti tidak akan nyaman.
Dilema ini ternyata dihadapi beberapa rekan yang mungkin karena topiknya agak tabu menyebabkan mereka sengaja tidak pernah mendiskusikannya.
Cukup terkejut wajah mereka saat saya lontarkan hal ini. Awalnya tertawa, tapi kemudian merekapun ikut urun rembug (berdasarkan pengalaman masing-masing) yang intinya sebagai berikut :
- Bakar, mudah hanya butuh api.
- Gunting hingga menjadi potongan kecil-kecil baru kemudian dibuang.
Kesimpulannya adalah ubah bentuknya sebelum dibuang ! Itu akan terasa lebih sopan. Tentunya kita tidak berharap barang bekas kita itu di jadikan bahan guyonan anak-anak atau orang lain saat mereka menemukannya (meskipun mereka tidak tahu bahwa kita yang memilikinya).
Punya solusi yang lain ??
assalamu’alaikum, cukup bagus pembahasannya dan kebetulan saya juga telah lama melaksanakannya. Saya hanya mampir saja untuk mengucapkan salam ukhuwah dari keluarga muslim Indonesia di Korea
Waalaikumsalam. Salam kenal juga buat rekan rekan disana.