Bukan suatu yang aneh bila saat ini sering dijumpai perbedaan dalam melaksanakan ibadah, tetapi yang saya temui kali ini terasa aneh dan membuat saya bersedih. Dan menjadi lebih bersedih lagi saat mengetahui bahwa saya tidak mampu untuk memberikan saran karena memang tidak mempunyai bekal apapun tentang hal tersebut.
Pemuda berkaos merah menggelar alas shalat melintang untuk berbagi dengan saya disebelah kirinya. Saat itu kami sama-sama masbuk karena rakaat pertama sudah sampai pada sujud terakhir. Rakaat berikutnya hingga ke empat berjalan dengan lancer hingga saat imam mengucapkan salam, bukannya berdiri untuk menambahkan rakaat susulan seperti masbuk lain di shaf kami tetapi dia turut mengucapkan salam.
Ternyata Allah tidak hanya memberikan kesempatan kepada saya untuk hanya mengetahui hal tersebut. Kejadian selanjutnya lebih membuat hati saya bingung. Pemuda dengan gelang hitam itu berdiri dan memulai shalat saat saya baru saja akan menggenapi rakaat.
Sunnah rawatibkah ? Ternyata bukan, saya betul-betul salah menduganya. Selepas sujud kedua di rakaat pertama, dia melakukan tahiyat akhir dan menyelesaikannya dengan salam. Wow, belum pernah saya mendapatkan pengetahuan tentang hal ini.
Sepanjang yang saya ketahui, untuk menambah rakaat yang ketinggal an dilakukan dengan melaksanakannya langsung selepas imam melakukan salam. Apakah ada aturan lain yang belum saya ketahui ? Semoga beberapa waktu kedepan saya bisa mendapatkan jawaban.
Tetapi saya tahu masalah tata cara ibadah banyak mengundang perdebatan panjang yang hingga saat ini tidak sedikit ulama berbeda pandangan, apalagi orang awam seperti saya ini (poor me). Semoga saya terhindar dari ibadah yang tidak benarkan, sengaja maupun tidak. Wallahu a’lam bishshawab.