Saya bukanlah pemain sepakbola walau sepatu bola pernah punya. Dan saya juga bukan pemain futsal walau beberapa kali ikut menjadi pemain pelengkap pengganti (Ha haha…). Walau begitu saya sempat dibuat tegang karena extratime persis seperti para pemain kesebelasan RT 11 kampung saya dulu saat kemenangan tipisnya terlepas dan harus ditentukan dengan waktu tambahan.
Satu-satunya andalan saya selama ini saat diperjalanan adalah buku bacaan. Yang mana satu-satunya yang ada dibackpack saat ini sudah tamat beberapa jam yang lalu. Toko buku impor “Periplus” sudah 2 kali merasakan injakan sandal butut saya yang tidak pernah sekalipun membeli salah satu dari ratusan buku yang dijajakan.
Mendapatkan extratime pada sebuah perjalanan memanglah tidak mudah untuk menerimanya dengan perasaan nyaman. Paling tidak harus memeras akal sehat untuk mencari jalan mengisinya dengan sehat pula (apalagi persiapan sebelumnya sudah dilalap habis seperti sekarang ini).
Belum lagi harus mengatur ulang rencana yang sudah ditata sebelum berangkat dari rumah tadi. Telpon sana-sini untuk mencari informasi angkutan misalnya.
Well, beruntung saya masih bisa mendapatkan wifi yang open dengan koneksi ke internet diruang tunggu ini. Terima kasih kepada pihak-pihak yang telah menyediakannya
karena telah mengijinkan saya mengisi 2 kali delay berturut sore hingga malam ini.
Psssttt… jangan keras-keras!!! Saya tidak tahu apakah wifi ini memang disediakan gratis atau ada dari ketidaksengajaan seseorang. Tapi yang jelas saat ini saya bisa mendapatkan koneksi internet gratis lewat AP berlabel ADAM di ruang tunggu lt2 Departure Domestik Bandara Juanda Surabaya.
Semoga saat Anda berkunjung kesini suatu saat nanti juga seberuntung saya